Batu Aji atau Batu Akik

Posted on December 28th, 2010 by by Sachrul Iswahyudi

Batu aji atau batu akik atau gemstone merupakan batu yang ditemukan di alam yang karena sifat-sifatnya yang khas memiliki nilai tertentu. Batu aji biasa digunakan untuk perhiasan, seperti cincin, mata kalung dan lainnya. Untuk memiliki nilai, batu aji harus dibentuk, diasah dan dipoles hingga licin dan mengkilat (tautan).

Berikut ini merupakan beberapa langkah (disamping langkah-langkah lain) orang mengolah batu akik dari bahan mentah untuk meningkatkan nilai batu tersebut.

1. Berusaha menemukan batu aji di alam (Gambar 1 dan 2)

01

Gambar 1: Berusaha temukan batu aji di alam

Gambar 2

Gambar 2: keberadaan batu aji di alam

2. Bentuk aslinya dapat bermacam-macam, bisa dalam bentuk bongkah sampai kerikil. Untuk memastikannya, pecah batu tersebut, identifikasi sifat-sifat fisik yang mudah dikenali, seperti kilap, warna, kekerasan, belahan, dan lain-lain (3 dan 4).

03

Gambar 3: batu aji di alam, setelah di pecah untuk melihat bagian dalamnya

04

Gambar 4: bagian tengah (dalam) batu aji

3. Bawa batuan ke bengkel batu, dan potong batu yang ditemukan menjadi bagian-bagian kecil (5).

05

Gambar 5: memotong batuan sesuai kebutuhan dengan mesin pemotong sederhana

4. Berusaha membuat bentuk seperti yang diinginkan (misalnya untuk cincin) dengan alat asah khusus (6, 7).

06

Gambar 6: membuat bentuk batu aji sesuai keinginan

07

Gambar 7: agar mudah membentuk dan mengasah batu yang kecil, digunakan alat bantu kayu-kayu kecil sebagai pegangan

5. Selain alat asah, juga memungkinkan diperlukannya alat asah dari bambu untuk lebih memperlicin permukaan batu (8).

08b

Gambar 8: memperlicin permukaan batu dengan amplas dan permukaan bambu

08

Gambar 8b: pemukaan batu yang telah licin mengkilap

6. Batu aji siap dijual atau dimanfaatkan (9 dan 10).

10

Gambar 9: batu aji siap dijual atau dimanfaatkan